Home 2017 October 04 4 Sushi’s Darkest Secret

4 Sushi’s Darkest Secret

4 Sushi’s Darkest Secret

Empat Rahasia Gelap Sushi

Kebanyakan orang (ngaku) sudah pernah makan sushi, walau hanya sekedari sushi jejadian yang adalah segepok nasi terikat nori dan disumpal lauk. Salah satu makanan populer Jepang ini memang sudah populer juga di Indonesia. Mulai dari yang otentik, fussion hingga jadi jajanan sekolah murah meriah, invasi sushi ada di mana-mana. Bahkan at some point, makan sushi kerap jadi ajang gaul buat anak muda masa kini yang haus eksistensi: biar keliatan lebih worldly, makan-makannya harus go-international juga.
Tapi sushi lebih dari sekedar nasi gulung campur lho, kawan-kawan. Sushi punya berbagai jenis nama, teknik pembuatan dan penyajian tertentu hingga konon di negeri asalnya saja ada puluhan jenis. Dan saat ini, Mako mau mengungkap berbagai fakta yang akan membuka mata kita semua. Sushi yang cool dan cakep itu punya berbagai rahasia gelap yang akan Mako ungkap di bawah ini!

Rahasia Gelap Sushi 1 : Wasabi Bukanlah Wasabi
Mirip judul sinetron ndramatis, ya. Nah, buat yang sudah pada tahu duluan kalau wasabi hijau yang tampak harmless tapi keji saat dimakan itu terbuat dari sejenis lobak… Kalian telah dibodohi! *drama* Kebanyakan wasabi bukanlah terbuat dari tanaman wasabi asli, a.k.a. *Wasabia Japonica* yang berbentul mirip jahe dan memiliki rasa segar dan lembut. Penikmat wasabi asli mengakui kalau citarasanya lebih halus ketimbang subsitusinya yang brutal. Cuma masalahnya, wasabi asli ini selain jarang, juga harus diparut langsung sebelum dimakan, dan rasanya cuma bertahan 15 menit sebelum jadi datar. Repot kan. Bahkan di Jepang, wasabi juga akhirnya pakai bahan substitusi dari campuran horseradish yang merupakan jenis lobak dan mustard, dan mungkin semacam percikan bom yang selalu sukses bikin mulut dan hidung berasa meledak.

Rahasia Gelap Sushi 2 : Aslinya Nasi Sushi Bukanlah Sushi
Lagi. Suatu pengungkapan kenyataan yang mencengangkan. Sekarang ini nasi bercuka yang kerap jadi dasar topping sushi disiapkan sama seriusnya dengan bahan-bahan lain. Tapi di awal pembuatan sushi, nasi hanya berperan sebagai pembungkus multifungsi untuk menambah rasa umami (rasa gurih plus asam plus unik yang enak itu lah) pada ikan, pencegah gampang basi dan dihinggapi lalat. Kalau mau dimakan, nasinya dibuang! *hapusin air mata Dewi Sri* Untung ya sekarang nasinya ikutan dimakan. Kapan kenyangnya kita kalau makan sushi tapi gak ada nasinya…

Rahasia Gelap Sushi 3 : Sushi Otentik Bukanlah Makanan Jepang!
Semua orang kalau ditanya, pasti jawab kalau sushi adalah makanan khas negeri sakura. Tapi sebetulnya, sushi lahir di Asia Tenggara, tepatnya di sekitar Sungai Mekong. Dari sana, seiring dengan berkembangnya peradaban, makanan yang kini dikenal sebagai nare-zushi: ikan terfermentasi dibungkus nasi, mulai ikutan bermigrasi ke Cina…lalu baru nyebrang ke Jepang. Sushi modern yang kita kenal sekarang ini sebagai ‘sushi makanan asli Jepang’ dikembangkan oleh Hanaya Yohei pada Periode Edo sekitar pertengahan abad ke-18. Makanan yang usianya tua banget ya! Dari situ baru booming deh. Beragam jenis sushi bermunculan seiring perkembangan budaya hingga ada sushi aneh dengan daging kuda mentah, asinan terong, bahkan yang mematikan berisi daging ikan fugu juga ada. Fair enough sih sebetulnya, karena sudah lama banget jadi makanan favorit warga Jepang dan dieksplor habis-habisan di Jepang, no wonder all the credits goes for Japanese. Kebayang kalau sushi di masa itu juga sampai ke Indonesia, mungkin akan ada Sushi Rendang.

Rahasia Gelap Sushi 4 : Sushi Dulunya Makanan Murah
Duluuuuuuu, sushi itu adalah makanan murah buat nonton pertunjukan teater. Tentu tampilannya masih betul-betul minimalis, dengan bahan sederhana. Lebih sehat, kenyang dan senyap, kalau dibandingkan dengan popcorn. Nah, seiring popularitas, sushi disajikan dengan lebih kreatif dan berkualitas, hingga akhirnya diakui jadi salah satu food-couture dunia. Dari makanan sederhana yang murce, sekarang dia naik derajat hingga kerap jadi simbol kekecean dan status sosial seseorang juga. Banyak banget yang sepakat kalau sushi itu pricey. Termasuk kita juga kan ya?

Weits, tenang dulu. Kalau rahasia gelap sushi yang bagian terakhir ini, Mako punya solusi yang ciamik. Kita bisa banget lho, makan sushi yang gak mahal tapi tetap berkualitas tinggi. Caranya? Gampang banget yaitu dengan…mampir ke AEON JGC! Karena mulai tanggal 30 September hingga 31 Oktober besok, setiap harinya akan ada 500 pax sushi segar dengan harga gila banget cuma Rp 10.000!

Mantap kan kan kan. Bikin kita dengan rela menerima rahasia-rahasia gelap sushi yang baru kita tau gitu kan. Gausah pakai mikir, yok segera ke AEON Jakarta Garden City sekarang. Mumpung sepi. Mumpung baru buka. Mumpung masih bisa mborong sushi sampai kenyang.

I’ll be waiting ya!

 

Klik link dibawah ini untuk mengetahui lokasi AEON Jakarta Garden City 

Author: Mako-Chan

Comments are disabled.